Membaca al-Quran tidak cukup hanya bisa saja. Namun, harus diperhatikan bagaimana kita mengucapkan hurufnya, apakah sudah benar atau belum? Jika bacaan kita masih belum benar, maka perlu mengikuti bimbingan tahsin al-Quran. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan yang ada dalam bacaan kita.

Apabila kita membaca al-Quran dan kita tahu bacaan kita masih ada kesalahan. Namun, tidak ada upaya dari kita untuk memperbaikinya, maka bukan pahala yang kita dapat. Justru kita mendapatkan dosa. Karena kesalahan membaca al-Quran bisa menyebabkan perubahan makna. Hal itu seperti diungkapkan oleh imam al-Jazari.

Imam al-Jazari membagi orang yang membaca Alquran menjadi tiga tipe:

  1. Orang yang membaca Alquran dan mendapatkan pahala. Mereka ini adalah orang yang bacaan Alqurannya benar sesuai dengan kaidah tajwid.
  2. Orang yang membaca Alquran, tetapi justru berdosa. Mereka adalah orang yang bacaan Alqurannya banyak kesalahan, bahkan kesalahan fatal yang dapat mengubah makna Alquran. Namun, dia enggan dan tidak mau belajar, padahal ada guru yang bersedia membimbingnya.
  3. Orang yang membaca Alquran, bacaannya banyak yang salah. Namun, dia punya keinginan kuat untuk belajar, hanya saja tidak ada yang membimbingnya belajar bacaan yang benar. Seperti orang yang tinggal di pedalaman atau suku – suku terpencil, sehingga sulit baginya untuk mencari guru dan mengajarkan kepadanya bacaan yang benar. Maka kondisi yang demikian ini, dimaafkan.

Dalam membaca Alquran, setidaknya ada dua kesalahan yang harus dihindari:

  1. Lahn Jaliy (kesalahan yang jelas)

Kesalahan jaliy meliputi:

  1. Pengucapan huruf yang salah. Seperti mengucapkan huruf ain tetapi yang keluar bunyi huruf hamzah. Mengucapkan huruf shad, yang terdengar huruf sin. Kesalahan ini bisa menyebabkan perubahan makna.
  2. Mengubah harakat. Contoh: Huruf ta’ pada kata (أَنْعَمْتَ) berharakat fathah, tetapi apabila dibaca dhammah (أَنْعَمْتُ), artinya akan berubah. Jika dibaca fathah, artinya “Engkau (Allah) beri nikmat”. Dan jika dibaca dhammah, maknanya “aku beri nikmat”.
  3. Kesalahan dalam panjang pendek bacaan. Hal ini juga bisa menyebabkan perubahan makna. Oleh karena itu, perhatikan panjang pendek saat membaca Alquran.

Para ulama’ sepakat bahwa membaca al-Quran dengan lahn jaliy adalah haram. Barang siapa yang melakukannya dengan sengaja, maka dia telah berdosa.

  • Lahn Khafi (kesalahan yang samar)

Lahn khafi adalah kesalahan yang berkaitan dengan kaidah tajwid, seperti tidak meng-idgham-kan nun, padahal setelahnya ada huruf wau atau ya’. Tidak mensamarkan nun, padahal setelahnya ada qaf dan semisalnya. Kesalahan ini tidak berkaitan dengan bahasa Arab sehingga tidak sampai merubah makna.

Para ulama’ berbeda pandangan tentang pembaca yang jatuh pada kesalahan ini. Ada yang berpendapat haram , ada pula yang berpendapat makruh.

Pendapat yang kuat dari dua pendapat ini adalah pendapat yang pertama, yaitu haram. Sebagaimana yang di sebutkan dalam kitab “Nihayatul qaulil Mufid”; “Secara keseluruhan perubahan ini diharamkan, walapun tidak sampai mengubah makna. Akan tetapi, dapat merusak dan mengurangi keindahan al-Quran.” Lagipula bacaan yang disertai dengan idgham, ikhfa’ dan sebagainya merupakan bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam– kepada para sahabatnya hingga sampai kepada kita. Maka, sudah selayaknya kita mengikuti jejak mereka.

Jika saat ini bacaan saya masih belum benar, apakah saya terlambat untuk belajar dan dimana saya bisa belajar memperbaikinya?

Tenang sahabat Nubada, Lembaga Bimbingan Alquran Nubada memfasilitasi sahabat sekalian untuk bersama-sama memperbaiki bacaan Alquran dengan membuka pendaftaran kelas regular untuk program Basic dan Intermediate (Tahsin)

Basic buat yang belum bisa membaca Alquran. Selengkapnya tentang program basic bisa klik di sini, sedangkan intermediate (tahsin) buat yang sudah bisa membaca Alquran, tetapi masih perlu diperbaiki bacaannya.

Adapun materi yang akan diajarkan pada program Intermediate (Tahsin) adalah:

  1. Memperbaiki makhraj huruf beserta sifatnya
  2. Melatih bacaan panjang dan pendek
  3. Belajar membaca nun sukun / tanwin
  4. Latihan membaca mim sukun
  5. Melatih beragam bacaan panjang
  6. Melatih cara membaca huruf hijaiyah di awal surah
  7. Mengenal ragam idgham
  8. Mengenal shifr mustathil
  9. Mengenal sihfr mustadir
  10. Mengenal bacaan gharib

Fasilitas yang diperoleh peserta yang mengikuti program ini:

  1. Buku Tahsin Metode Nubada (full colour)
  2. Buku Makhraj Bergambar (full colour)
  3. Mushaf Alquran Rasm Utsmani (juz 29 – 30)
  4. Ruangan ber-AC

Jadwal bimbingan Kelas Kalimalang Jaktim:

Sabtu : 09.30 – 11.30

Ahad : 09.00 – 11.00

Rabu : 09.00 – 11.00

Kamis : 18.00 – 20.00

Jadwal bimbingan Kelas Kemayoran Jakpus:

Sabtu : 09.00 – 11.00

Ahad : 09.00 – 11.00

Peserta terbatas dalam satu kelas, agar masing-masing peserta mendapatkan porsi praktek membaca Alquran yang memadai dan bimbingan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk dekat dengan Alquran dan menjadikan Alquran sebagai syafaat (penolong) kita di hari akhir nanti. Untuk informasi selengkapnya, hubungi 0812 7000 5210. Ingin segera daftar, klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *