belajar ngaji online

Belajar Ngaji Online Bisa Menjadi Solusi di Masa Pandemi

belajar ngaji online

Belajar ngaji online merupakan salah satu fasilitas yang kami berikan kepada kaum Muslimin sebagai sarana untuk belajar membaca Alquran dengan baik dan benar, meskipun jaraknya jauh dari lokasi kami.

Di era yang serba digital seperti saat ini, ada banyak kemudahan yang bisa kita manfaatkan untuk meraih kebaikan. Salah satunya adalah dengan belajar membaca Alquran dengan baik.

Tidak dipungkiri bahwa membaca Alquran adalah amalan atau ibadah yang mulia dan agung. Ada banyak pahala yang bisa kita raih dengan membaca Alquran. Maka, sayang sekali apabila kita mengabaikannya atau menyia-nyiakannya.

Namun, kita juga harus menyadari bahwa membaca Alquran dengan benar tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses belajar. Apabila ada di antara kita ada yang belum bisa membaca Alquran, segerakan untuk belajar membaca Alquran agar tidak terlalu lama menunda kebaikan.

Dan apabila sudah bisa membaca Alquran, pastikan bahwa bacaannya sudah benar, dengan cara datang kepada orang yang bagus bacaan Alqurannya dan minta agar bacaan kita dikoreksi.

Apabila ada kekurangan dari bacaan kita, jangan segan untuk belajar lagi. Dan belajar lah kepada guru yang bagus bacaannya, supaya bisa memperbaiki bacaan kita dan menambah yang kurang dari bacaan kita, sampai bacaan kita pun menjadi benar.

Pertanyaannya, lantas bagaimana jika di sekitar kita, tidak ada guru atau lembaga yang mengajarkan Alquran dengan metode yang tepat?

Menurut kami, mencari guru atau lembaga yang tepat lebih diutamakan, meskipun jaraknya agak jauh. Jika tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi belajar, bisa melalui sarana kelas jarak jauh atau kelas belajar mengaji online.

Namun, tetap harus belajar dengan seorang guru. Dan tidak disarankan belajar secara otodidak atau mandiri melalui youtube atau video-video lainnya tanpa didampingi guru.

Selain karena faktor jarak, belajar ngaji online juga bisa menjadi solusi atau jalan keluar di saat pandemi seperti saat ini, di mana kita harus menghindari kerumunan dan sebisa mungkin berdiam diri di rumah agar wabah covid-19 tidak semakin menjalar.

Bagaimana cara belajar mengaji online atau jarak jauh di Nubada?

Seperti yang sudah disampaikan di awal, bahwa belajar Alquran harus tetap melalui seorang guru (ini menjadi pedoman dan pegangan kami). Oleh karena itu, meskipun pembelajaran melalui media online, guru tetap menjadi prioritas dalam mengajarkan Alquran.

Adapun media yang kami gunakan untuk belajar mengaji Alquran online adalah Zoom Meeting atau Google Meet.

Dua media ini, menurut kami sangat efektif untuk mengajar jarak jauh. Karena kita bisa menampilkan bahan ajar di layar monitor, sehingga memudahkan peserta untuk menerima pelajaran karena fokus di satu titik.

Metode belajar membaca Alquran online di Nubada, tidak ada bedanya dengan belajar secara offline (tatap muka langsung); baik secara durasi maupun metode pembelajaran, bahkan program bimbingan Alquran pun sama. Adapun yang membedakannya hanya lah media belajarnya saja.

Sementara untuk pembagian kelas; kelas laki-laki dan kelas perempuan dipisah. Dengan pengajar laki-laki untuk peserta laki-laki (ikhwan). Sedangkan pengajar perempuan untuk peserta yang perempuan (akhwat). Pemisahan kelas ini berlaku untuk kelas offline maupun online.

Program Belajar Ngaji Online:

Belajar Ngaji Online Program Dasar

Program ini diperuntukkan bagi mereka yang belum bisa membaca Quran sama sekali bahkan mengenal huruf Hijaiyah pun belum. Tidak hanya anak-anak yang bisa mengikuti program ini, orang tua pun masih bisa belajar di program ini jika belum bisa membaca Quran.

Satu hal yang harus diingat, tidak perlu malu untuk mulai belajar karena Anda tidak sendirian.

Pada program ini peserta akan belajar tentang mengenal huruf-huruf dan cara pengucapannya, baik dalam bentuk tunggal maupun sambung.

Kemudian belajar tentang sukun dan tasydid, tanwin serta panjang pendek bacaan dan diakhiri dengan belajar tentang lam qamariah dan lam syamsiah.

Selesai program ini peserta sudah bisa membaca Alquran –insya Allah

Untuk mendaftar program DASAR DEWASA ONLINE, bisa klik di sini

Pra Tahsin

Program Pra Tahsin merupakan program bimbingan baca quran untuk peserta yang sudah bisa membaca Quran, namun masih terbata-bata dan masih sering tertukar di beberapa huruf. Program ini juga merupakan program lanjutan dari peserta yang sudah dinyatakan lulus dari program Dasar.

Pada program ini, peserta berlatih untuk memperlancar bacaan dengan modul yang sudah kami siapkan. Pada program ini, peserta juga berlatih panjang pendek bacaan dan peralihan dari satu kata ke kata yang lain.

Pada peserta yang masih terbata-bata, kebanyakan kendalanya adalah saat peralihan dari satu kata ke kata yang lain.

Selain itu, peserta juga akan mempelajari bagaimana membedakan huruf yang memiliki kemiripan bunyi, sehingga tidak tertukar antara huruf satu dengan huruf lainnya.

Misalnya; latihan membedakan antara huruf hamzah dengan huruf ‘ain, antara ta’ dengan tha’, dan lain sebagainya.

Program pra tahsin ditutup dengan latihan cara berhenti (waqaf) pada suatu bacaan.

Belajar Ngaji Online Program Tahsin

Jika Anda sudah bisa membaca AlQuran tetapi tidak yakin dengan pengucapan hurufnya atau panjang pendeknya, Anda bisa bergabung dengan peserta lain di program Tahsin ini.

Pada program ini, Anda sudah mulai belajar bagaimana mengucapkan huruf-huruf Hijaiyah dengan benar (Makharijul Huruf) dan sifat-sifatnya.

Selain memperbaiki pengucapan huruf, baik dari segi makhraj maupun sifatnya, pada program tahsin juga peserta akan berlatih pengucapan panjang pendek bacaan.

Selanjutnya peserta akan belajar bagaimana membaca nun dan mim tasydid dan cara membaca nun mati atau tanwin ketika bertemu dengan huruf hijaiyah.

Untuk mendaftar program TAHSIN DEWASA ONLINE, bisa klik di sini

Tajwid

Ini merupakan program tingkat empat dari rangkaian level bimbingan Alquran di Nubada.

Mereka yang sudah lulus mengikuti tes pada program tahsin bisa melanjutkan di program Tajwid. Pada program Tajwid ini, teori tajwid dibahas secara lengkap dan detail.

Silakan menuju artikel berikut (Program Tajwid) jika ingin mengetahui apa saja yang dipelajari pada pada program Tajwid.

Talaqqi

Program Talaqqi adalah program lanjutan dari program tajwid. Di sini peserta akan belajar tentang jalur sanad bacaan hingga belajar tentang ragam bacaan dalam riwayat Hafsh jalur Syatibiyyah.

Sifat Huruf Hijaiyah

Sifat Huruf Hijaiyah: Kunci Membaca Alquran [2]

Sifat Huruf Hijaiyah

Sifat huruf hijaiyah adalah hal penting yang harus dikuasai oleh orang yang ingin membaca Alquran dengan benar setelah mengetahui makhraj huruf. Sifat huruf hijaiyah ini lah yang membedakan suatu huruf dengan huruf yang lain meskipun berasal dari makhraj yang sama. Mengabaikan sifat huruf saat membaca huruf, akan berpengaruh terhadap perubahan bunyi dari suatu huruf.

Pengertian Sifat Huruf Hijaiyah

Secara bahasa, sifat adalah ciri atau karakter yang melekat pada sesuatu atau seseorang, baik itu fisik; seperti kuning, putih, hitam, dan lain-lain atau maknawi; seperti berilmu, beradab, berbudi, dan lain-lain. 

Sedangkan secara istilah, sifat huruf adalah karakter huruf yang muncul ketika diucapkan, seperti jahr, hams, syiddah, rakhawah, dan lain-lain.

Fungsi Mengetahui Sifat Huruf Hijaiyah

Mengetahui sifat huruf sangat lah penting dalam ilmu tajwid. Berikut adalah fungsi mengetahui sifat huruf:

1. Bisa membedakan huruf yang sama atau berdekatan makhrajnya.

Imam al-Jazari mengatakan:

Setiap huruf yang memiliki sifat yang sama dengan huruf lain, tidak bisa dibedakan kecuali dengan makhrajnya.

Setiap huruf yang memiliki makhraj yang sama, tidak dapat dibedakan kecuali dengan sifatnya.

Jika tidak demikian, setiap huruf akan memiliki suara yang sama.

Contoh: huruf ( ت د ط ) mempunyai makhraj yang sama, tetapi memiliki sifat yang berbeda. Sehingga suara yang dihasilkan pun berbeda-beda.

2. Mengetahui mana huruf yang kuat dan mana huruf yang lemah. Sehingga bisa diketahui mana yang boleh di-idgham-kan dan mana yang tidak boleh di-idgham-kan.

3. Memperbagus atau memperindah pengucapan huruf. Terlebih jika berdampingan antara huruf tebal dengan tipis

Pembagian Sifat Huruf Hijaiyah

Sifat huruf hijaiyah terbagi menjadi dua:

1. Sifat Lazimah atau Ashliyah, yaitu sifat yang selalu melekat pada huruf dalam keadaan apapun.

2. Sifat ‘Aridah, yaitu sifat yang muncul pada kondisi tertentu, dan hilang pada kondisi tertentu (temporal); terkadang muncul dan terkadang tidak. Seperti idzhar, idgham, tebal dan tipis pada huruf ra’.

Berikut ini adalah penjabaran dan penjelasan kedua sifat di atas:

Sifat Ashliyah Lazimah

Dari pembahasan kedua sifat huruf hijaiyah tersebut di atas, sifat ini merupakan sifat yang sangat penting dan mendasar untuk diketahui oleh pembaca Alquran.

Sifat Ashliyah adalah sifat yang terus menerus ada pada suatu huruf. Dengan kata lain, sifat ini selalu ada dan melekat pada suatu huruf dan tak terpisahkan. Baik dalam keadaan fathah, kasrah atau dhammah bahkan sukun.

Sifat ini terbagi menjadi dua: pertama; sifat yang memiliki lawan dan kedua; sifat yang tidak memiliki lawan.

Sifat Huruf Hijaiyah yang Memiliki Lawan

1. Al-Hams

Hams secara bahasa artinya: suara yang pelan atau bisikan

Sedangkan secara istilah tajwid, hams adalah adanya hembusan nafas ketika mengucapkan huruf. Huruf-hurufnya ada 10

فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتَ

Al-Jahr [Lawan Hams]

Jahr secara bahasa artinya: jelas

Sedangkan secara istilah tajwid, jahr adalah tidak adanya hembusan nafas ketika mengucapkan huruf. Huruf-hurufnya adalah selain huruf hams.

2. Asy-Syiddah

Syiddah secara bahasa artinya: kuat

Sedangkan secara istilah tajwid, syiddah adalah tertahannya suara ketika mengucapkan huruf. Huruf-hurufnya ada 8, yang tersusun dalam kalimat:

اَجِدُ قَطٍ بَكَتْ

Ar-Rakhawah [Lawan Syiddah]

Rakhawah secara bahasa artinya: lembut

Sedangkan secara istilah tajwid, rakhawah adalah terlepasnya suara ketika mengucapkan huruf. Huruf-hurufnya adalah selain huruf syiddah dan tawassuth.

Catatan:

Antara sifat syiddah dan rakhawah terdapat sifat bainiyyah atau tawassuth, yaitu sifat pertengahan antara syiddah dan rakhawah.

Suara huruf yang diucapkan tidak tertahan dan tidak pula terlepas. Huruf-hurufnya ada 5, yaitu:

لِنْ عُمَرَ

3. Al-Isti’la’

Isti’la’ secara bahasa artinya: naik

Sedangkan secara istilah tajwid, isti’la’ adalah naiknya suara ke langit-langit ketika mengucapkan huruf. Huruf-hurufnya ada 7, yaitu:

 خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ

Al-Istifal [Lawan Isti’la’]

Istifal secara bahasa artinya: turun

Sedangkan secara istilah tajwid, istifal adalah turunnya atau tidak naiknya suara ke langit-langit ketika diucapkan. Huruf-hurufnya adalah selain huruf isti’la’

4. Al-Ithbaq

Ithbaq memilki makna: menempel

Sedangkan secara istilah tajwid, ithbaq adalah menempelnya bagian lidah [pangkal lidah] dengan langit-langit sehingga suara seperti terkepung ketika diucapkan.

Dengan pengertian lain, ithbaq adalah suara terkepung di antara lidah dan langit-langit ketika huruf diucapkan. Huruf-hurufnya ada 4, yaitu:

 صَضْطَظَ

Al-Infitah [Lawan Ithbaq]

Infitah secara bahasa artinya: terbuka atau terpisah

Sedangkan secara istilah tajwid, infitah adalah terpisahnya bagian lidah [pangkal lidah] dengan langit-langit sehingga suara tidak terkepung ketika diucapkan,

atau dengan kata lain, infitah adalah suara tidak terkepung di antara lidah dan langit-langit ketika huruf diucapkan. Huruf-hurufnya adalah selain huruf ithbaq.

Catatan:

Semua huruf ithbaq adalah huruf yang memiliki sifat isti’la’, tetapi tidak semua huruf isti’la’ memilki sifat ithbaq.

Sifat Huruf Hijaiyah

5. Al-Idzlaq

Idzlaq memilki makna: ujung

Sedangkan secara istilah tajwid, Idzlaq adalah huruf mudah diucapkan karena keluar dari ujung lidah atau di dua bibir. Huruf-hurufnya ada 6, yaitu:

فَرَّ مِنْ لُبٍّ

Al-Ishmat [Lawan Idzlaq]

Ishmat adalah huruf lebih berat atau susah diucapkan karena tidak keluar dari ujung lidah atau dua bibir. Huruf-hurufnya adalah selain huruf idzlaq.

Sifat Huruf Hijaiyah yang Tidak Memiliki Lawan

1. As-Shafir

Desisan yang timbul karena suara mengalir dan melewati ruang yang sempit. Ada 3 huruf yang memiliki sifat ini.

ص س ز

2. Al-Qalqalah

Sifat huruf qalqalah adalah timbulnya pantulan suara ketika mengucapkan huruf. Ada 5 huruf yang dibaca memantul ketika sukun.

قَطْبُ جَدٍ

3. Al-Inhiraf

Suara berubah arah karena jalannya terhalang oleh lidah. Ada dua huruf yang memiliki sifat ini.

ل ر

4. At-Takrir

Bergetarnya ujung lidah saat mengucapkan huruf ra’ (ر) disebabkan karena sempitnya makhraj.

5. Al-Lin

Mengeluarkan huruf dari makhrajnya dengan mudah. Huruf lin ada dua. Wau dan ya’ sukun yang didahului fathah. Contoh:

قُرَيْشٍ     خَوْفٌ

6. At-Tafasysyi

Menyebarnya suara syin (ش) dari makhrajnya hingga menyentuh bagian dalam gigi atas dan gigi bawah.  

7. Al-Istithalah

Terdorongnya lidah dari belakang ke depan hingga ujung lidah menyentuh gusi gigi atas ketika mengucapkan huruf dhad (ض).

8. Al-Ghunnah

Sifat huruf ghunnah adalah suara sengau (bindeng) yang keluar dari rongga hidung. Huruf yang memiliki sifat ini adalah

ن   م

Kesimpulan:

Untuk bisa menguasai makhraj dan sifat huruf dengan baik, sebaiknya belajar langsung kepada guru yang bagus bacaannya dan menguasai makhraj dan sifat huruf dengan baik.

Karena dengan belajar langsung, sang guru bisa menjelaskan, mencontohkan dengan benar bagaimana makhraj dan sifat dari masing-masing huruf hijaiyah. Sekaligus bisa mengoreksi jika ada yang salah dari pengucapaan huruf hijaiyah yang kita baca.

Baca juga pembahasan tentang makhraj huruf: Makhraj Huruf Hijaiyah

makhraj huruf hijaiyah

Makhraj Huruf Hijaiyah: Kunci Membaca Alquran [1]

makhraj huruf hijaiyah

Makhraj huruf hijaiyah merupakan bagian terpenting dalam belajar tajwid. Siapa pun yang ingin mempunyai bacaan yang bagus dan sesuai kaidah tajwid harus terlebih dahulu menguasai makhraj huruf hijaiyah.

Karena makhraj huruf hijaiyah ini adalah materi pokok dan pondasi dalam membaca Alquran, maka jangan sampai hal yang mendasar ini diabaikan oleh para pembaca Alquran.

Imam al-Jazari mengatakan:

إِذْ وَاجِـبٌ عَلَيْهِمُ مُـحَتَّمُ      قَبْلَ الشُّـرُوعِ أَوَّلاً أَن يَّـعْـلَـمُوا

مَخَــارِجَ الْحُـرُوفِ وَالصِّفَــاتِ    لِيَلْفِظُـــوا بِأَفْصَـــحِ اللُّغَــــــاتِ

Wajib hukumnya bagi mereka, sebelum memulai membaca (Alquran) untuk mengetahui

Makhraj dan sifat huruf, agar dapat mengucapkan dengan bahasa yang paling fasih

Jadi, siapapun yang memperbagus pengucapan huruf sesuai makhraj dan sifatnya, maka dia telah mengucapkan dengan bahasa yang fasih yaitu Bahasa Arab yang merupakan bahasa Alquran.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang ingin memperbagus bacaan Alqurannya:

  1. Mengucapkan dengan benar setiap huruf dan disesuaikan dengan makhrajnya, agar tidak tertukar makhraj dengan huruf lainnya, terlebih dengan huruf yang berdekatan dengannya.
  1. Selain mengucapkan huruf sesuai dengan makhrajnya, seorang pembaca Alquran juga harus mengucapkan huruf sesuai sifat yang dimiliki huruf tersebut agar tidak tertukar dengan huruf yang sejenisnya (yang makhrajnya sama).
  1. Ketika sudah bisa mengucapkan huruf sesuai makhraj dan sifatnya huruf per huruf, maka harus diterapkan pula saat huruf tersusun dalam bentuk kata atau kalimat. Dan ketika dalam kondisi tersusun dengan beberapa huruf yang berbeda, tentu lebih sulit dibanding dengan pengucapan huruf per huruf.
  1. Berlatih keras agar lidah dan mulutnya terbiasa dan terasa ringan mengucapkan huruf – huruf hijaiyah yang sesuai dengan makhraj dan sifatnya.

Pengertian Makhraj Huruf Hijaiyah

Secara Bahasa, makhraj adalah tempat keluar atau munculnya sesuatu

Sedangkan secara istilah, makhraj adalah suara yang bersandar/bersumber dari makhraj yang muhaqqaq dan muqaddar

Makhraj Muhaqqaq: yaitu suara yang berasal dari bagian tertentu dari bagian-bagian tenggorokan, lisan atau dua bibir.

Makhraj Muqaddar: yaitu suara yang bukan berasal dari bagian tertentu dari bagian-bagian tenggorokan, lisan atau dua bibir. Tidak berakhir pada titik tertentu, tetapi berakhir dengan berakhirnya udara. Oleh karena itu, kadarnya terkadang kurang dan terkadang lebih.

Yang keluar dari makhraj ini adalah huruf mad yang tiga (alif yang didahului fathah, ya’ sukun didahului kasrah dan wau sukun didahului dhammah).

Bagaimana Mengetahui Makhraj Huruf ?

Berikut adalah langkah-langkah mengetahui makhraj suatu huruf:

  1. Sukun-kan huruf yang ingin diketahui makhrajnya
  1. Dahului huruf sukun tersebut dengan hamzah berharakat
  1. Ucapkan huruf tersebut dan dengarkan suaranya. Di mana suaranya berhenti, disitulah makhraj muhaqqaq-nya. Dan jika suaranya berhenti karena habisnya udara, maka makhrajnya adalah makhraj yang muqaddar (kira-kira). Contoh:

  • Jika kita mengucapkan (أَمْ – أَبْ – أَفْ), makhraj huruf yang disukun adalah makhraj muhaqqaq.
  • Dan jika kita mengucapkan (ءَا – إِيْ – أُوْ), makhraj huruf yang disukun adalah makhraj muqaddar.

Pembagian Huruf Hijaiyah

Para ulama berbeda pandangan tentang berapa jumlah huruf hijaiyah. Ada yang berpendapat huruf hijaiyah itu ada 28 huruf dengan tidak memasukkan alif sebagai huruf tersendiri.

Sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa huruf hijaiyah ada 29 huruf, termasuk alif di dalamnya. Pendapat kedua adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama’.

Jumlah Makhraj

Terdapat perbedaan di antara ulama berkaitan dengan jumlah makhraj huruf, perbedaan tersebut terbagi menjadi tiga pendapat. Namun, pendapat yang akan kita bahas pada artikel ini, hanya pendapat mayoritas ulama saja.

Menurut Khalil bin Ahmad al-Farahidi, Imam al-Jazari yang juga pendapat mayoritas ulama, bahwa secara keseluruhan makhraj huruf ada 17 makhraj (tempat keluar).

Pembagian Makhraj

Makhraj huruf hijaiyah terbagi menjadi dua bagian, yaitu makhraj am (umum/dasar) dan makhraj khas (khusus/cabang).

Pembagian kedua makhraj ini akan kami jelaskan secara singkat.

Makhraj umum adalah makhraj yang terdiri dari satu makhraj khusus atau lebih. Makhraj umum ini terbagi menjadi 5 bagian:

  1. Al-Jauf (rongga tenggorokan dan mulut)
  2. Al-Halq (tenggorokan)
  3. Al-Lisan (lidah)
  4. Asy-Syafataan (dua bibir)
  5. Al-Khaisyum (rongga hidung)

Sedangkan, makhraj khusus atau cabang (khas) yaitu makhraj yang hanya ada satu makhraj saja. Dengan kata lain, makhraj ini tidak memiliki cabang di bawah nya sebagaimana makhraj umum (‘am).

Keluar dari makhraj khusus ini bisa satu huruf atau lebih.

Contoh: al-Halq (tenggorokan) adalah makhraj am, keluar darinya 3 cabang makhraj (yaitu pangkal, tengah dan ujung tenggorokan). Masing-masing makhraj khas (makhraj cabang) tersebut, keluar dua huruf hijaiyah . . . dan begitu seterusnya.

Di awal tulisan ini sudah disebutkan, bahwa makhraj huruf terdiri dari 17 makhraj dalam pandangan jumhur (mayoritas) ulama’. Berikut perincian makhraj huruf:

NoMakhraj AmMakhraj Khas
1Al-Jauf1 makhraj
2Al-Halq3 makhraj
3Al-Lisan10 makhraj
4Asy-Syafataan2 makhraj
5Al-Khaisyum1 makhraj

Sehingga apabila dijumlahkan, makhraj khas berjumlah 17 makhraj.

Pembahasan Makhraj Huruf Hijaiyah

Pada bagian ini, sedikit kami jelaskan dari masing-masing makhraj am dan makhraj khas (yang merupakan bagian dari mahkraj huruf hijaiyah) beserta masing-masing huruf yang keluar dari makhraj-makhraj tersebut.

1. Makhraj al-Jauf

Secara Bahasa al-Jauf memiliki arti rongga, sedangkan secara ilmu tajwid, al-jauf adalah rongga yang masuk di mulut dan tenggorokan.

Huruf hijaiyah yang keluar dari jauf adalah huruf yang berakhir dengan berakhinya udara di mulut dan tenggorokan tanpa menempel pada bagian tertentu di mulut.

Huruf yang keluar dari makhraj ini ada 3 (tiga) huruf:

  1. Alif yang didahului fathah, seperti  تَابَ
  2. Ya’ sukun yang didahului kasrah, seperti  قِيْلَ
  3. Wau sukun yang didahului dhammah, seperti  يَتُوْبُ

2. Makhraj al-Halq

al-Halq atau tenggorokan mempunyai 3 makhraj khas, dan dari masing-masing makhraj khas keluar dua huruf.

  1. Aqsal halq (pangkal tenggorokan); bagian yang paling jauh dari mulut dan paling dekat dengan dada. Keluar dari makhraj ini dua huruf; hamzah (ء) dan ha’ (هـ)
  1. Wasathul halq (tengah tenggorokan); bagian tengah tenggorokan. Keluar dari makhraj ini dua huruf, yaitu: ha’ (ح) dan ain (ع)
  1. Adnal halq (ujung tenggorokan) adalah bagian tenggorokan yang paling dekat dengan mulut. Keluar dari makhraj ini dua huruf, yaitu: kha’ (خ) dan ghain (غ)

3. Makhraj al-Lisan

Pada makhraj al-lisan (lidah) terdapat 10 makhraj khas. Lisan merupakan tempat keluar huruf (makhraj huruf hijaiyah) yang paling banyak di banding dengan makhraj am lainnya.

  1. Pangkal lidah. Tempat keluar huruf qaf (ق)
  1. Pangkal lidah depan qaf. Tempat keluar (makhraj) huruf kaf (ك)
  1. Tengah lidah dan langit-langit tengah. Tempat keluar 3 huruf; jim (ج), syin (ش) dan ya’ (ي)
  1. Sisi lidah dan gigi geraham atas. Tempat keluar huruf dhad (ض)
  1. Ujung lidah dan langit-langit depan (gusi). Tempat keluar huruf lam (ل)
  1. Ujung lidah dan langit-langit depan di bawah lam. Tempat keluar huruf nun (ن)
  1. Ujung lidah dan langit-langit depan di bawah nun. Tempat keluar huruf ra’ (ر)
  1. Ujung lidah dan pangkal gigi atas. Tempat keluar 3 huruf; ta’ (ت), dal (د) dan tha’ (ط).
  1. Ujung lidah dan ujung gigi atas. Tempat keluar 3 huruf; tsa’ (ث), dzal (ذ) dan zha’ (ظ).
  1. Ujung lidah dan gigi bawah. Tempat keluar 3 huruf; sin (س), shad (ص) dan zai (ز).

4. Makhraj asy-Syafataan

asy-Syafataan mempunyai arti dua bibir, yaitu bibir atas dan bibir bawah. Pada makhraj huruf ini terdapat dua makhraj khas.

  1. Bibir atas dan bibir bawah dalam keadaan tertutup. Tempat keluar huruf (makhraj huruf) ba’ (ب) dan mim (م). Sedangkan, bibir atas dan bibir bawah dalam keadaan membulat atau monyong adalah tempat keluar huruf wau (و).
  1. Bibir bawah bagian dalam dengan ujung gigi atas. Tempat keluar huruf fa’ (ف).

5. Makhraj al-Khaisyum

al-Khaisyum sendiri memiliki makna rongga hidung. Pada rongga hidung ini merupakan tempat keluar ghunnah.

Ghunnah adalah suara sengau (bindeng) yang keluar dari rongga hidung dan tidak ada kaitan dengan lisan. Dan ghunnah merupakan suara yang melekat pada huruf nun (ن) dan mim (م).

Demikian pembahasan tentang makhraj huruf. Semoga pembahasan ini bisa membuka wawasan pembaca sehingga lebih faham, bahwa masing-masing huruf hijaiyah mempunyai makhraj (tempat keluar) dan setiap huruf harus diucapkan sesuai dengan makhrajnya masing-masing. Wallahu a’lam bish shawab.

Baca juga: Ilmu Tajwid [Pengertian dan Hukum Penerapannya]

Pembahasan sifat huruf bisa baca di: Sifat Huruf Hijaiyah

Referensi:

  • Taisiirur Rahman fii tajwiidil Qur’an
  • At-Tajwiid al-Mushawwar