
Belajar Ngaji Alquran– Ada satu momen yang mungkin pernah Anda alami: anak sendiri diminta mengaji di depan tamu, lancar tanpa terbata-bata, sementara Anda diam-diam bertanya dalam hati, “Kalau saya yang diminta, apa saya bisa?”
Atau mungkin momennya berbeda — diminta memimpin doa di acara keluarga, lalu buru-buru menunjuk orang lain karena takut bacaan sendiri belum benar.
Kalau salah satu dari itu terasa familiar, Anda tidak sendirian. Rasa malu ini yang paling sering membuat niat belajar ngaji Alquran tertunda bertahun-tahun — bukan karena tidak mau, tapi karena bayangan dinilai atau dibandingkan datang lebih dulu sebelum niat sempat dijalankan.
Setelah mendampingi cukup banyak murid dewasa yang belajar ngaji Alquran dari nol, ada pola yang cukup sering muncul: rasa malu ini biasanya bukan soal kemampuan, tapi soal bayangan di kepala.
Bayangan harus mulai dari mengenal huruf Hijaiyah — sama seperti anak TK — sering terasa tidak sebanding dengan usia dan posisi seseorang di keluarga atau pekerjaan.
Padahal, bagi pemula, memulai dari dasar bukan tanda kemunduran, hanya tanda bahwa proses belajar setiap orang punya titik awal yang berbeda.
Belajar di tengah kelompok yang levelnya sudah jauh lebih lancar sering membuat orang dewasa memilih diam daripada mencoba. Bukan karena tidak sanggup, tapi karena takut kesalahan kecil terlihat oleh orang lain.
Semakin lama menunda, semakin besar juga rasa “harusnya saya sudah bisa dari dulu”.
Perasaan ini yang sering membuat niat belajar ngaji Alquran terus tertunda dari tahun ke tahun, karena rasanya semakin berat untuk memulai sebagai pemula di usia dewasa.
Penting untuk disadari: malu belajar ngaji bukan tanda bahwa seseorang tidak mampu. Ini hanya respons yang wajar ketika mencoba sesuatu yang baru di usia yang dianggap “seharusnya sudah bisa”.
Dalam menuntut ilmu agama, tidak ada batas waktu atau usia yang membuat seseorang dianggap terlambat. Yang membedakan hanyalah kapan seseorang memutuskan untuk mulai belajar ngaji Alquran.
Beberapa hal berikut bisa membantu proses belajar ngaji pemula, terutama di tahap awal saat rasa malu masih besar:
Di Nubada, pendekatan ini yang coba diterapkan: kelas privat dengan pembimbing yang terbiasa mendampingi peserta belajar ngaji Alquran dari nol, sehingga proses belajar bisa berjalan tanpa perlu merasa dibandingkan dengan siapa pun.
Nubada juga menyediakan kelas grup dengan jumlah peserta terbatas, untuk yang merasa lebih nyaman belajar bersama sedikit orang lain yang levelnya sepadan.
Klik untuk cek program dan kelas Nubada
Tidak ada cara instan untuk menghilangkan rasa malu sepenuhnya. Tapi rasa malu itu biasanya mengecil dengan sendirinya begitu proses belajar ngaji Alquran benar-benar dimulai — karena fokus perlahan bergeser dari “bagaimana kalau saya salah” menjadi “ternyata saya bisa juga, pelan-pelan”.
Kalau niat ini sudah Anda simpan cukup lama, mungkin bukan kemampuan yang perlu dipertanyakan, melainkan waktu yang tepat untuk mulai mencobanya — pelan-pelan sesuai ritme sendiri.
Ngobrol dulu dengan Nubada seputar program belajar ngaji Alquran untuk dewasa →
Banyak orang dewasa ingin bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar, tapi tidak tahu harus mulai dari…
Belajar Mengaji Dewasa - "Pernahkah Anda merasa ada kerinduan yang mendalam untuk bisa membaca Al-Qur'an…
Belajar Mengaji Pemula Iqro- Mengaji adalah keterampilan penting bagi umat Muslim, tetapi banyak orang merasa…
Pengertian Mad shilah qashirah dan contoh mad shilah qashirah akan di jelaskan secara mendetail pada…
Mad thabi’i adalah salah satu bagian penting dan harus diperhatikan dalam membaca Alquran. Mengabaikan mad…
Mad arid lissukun adalah mad yang disebabkan oleh sukun dan menjadi bagian dari mad far’i.…
This website uses cookies.